Tag Archive | keong

Tutut Crispy


Persiapan

  • Rendam tutut semalam, diganti 2 – 3 kali air rendamannya
  • Gosok-gosok supaya lumut yang menempel di cangkang tutut bersih, cuci beberapa kali sampai bersih
  • Rebus tutut, ambil dagingnya

Bahan

  • 1 kg Daging tutut
  • 1 kg Tepung terigu
  • 3 butir Telur

Bumbu

  • 3 siung Bawang putih
  • 1 sdt Ketumbar, sangrai
  • 1 sdt Merica
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Tepung Pelapis

  • 200 gr Tepung terigu
  • 20 gr Tepung Maezena
  • 20 gr Tepung Beras
  • Pala bubuk secukupnya

Cara membuat

  • Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan garam dan gula, masukkan tutut aduk sampai matang dan bumbu meresap.
  • Tepung pelapis: Campur tepung terigu, tepung beras, tepung maizena, pala bubuk, garam, aduk hingga tercampur rata, sisihkan. (bila ingin rasa pedas bisa tambahkan merica, cabai halus)
  • Celupkan tutup ke dalam kocokan telur, lalu gulingkan pada tepung pelapis, ulangi lagi proses ini sekali lagi, sisihkan.
  • Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak dalam wajan di atas api besar. Masukkan tutut berbalut tepung, goreng hingga berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan.
  • Sajikan tutut crispy dengan saus sambal bila suka.

)* Dikutip dari buku Selalu Ada senyum di Posyandu, Save the Children

Tutut (Keong Sawah)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:

Cangkang Pila ampullacea.
Keong sawah (Pila ampullacea) adalah sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai keong gondangsiput sawahsiput air, atau tutut. Bentuknya agak menyerupai siput murbai, masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam.
Sebagaimana anggota Ampullariidae lainnya, ia memiliki operculum, semacam penutup/pelindung tubuhnya yang lunak ketika menyembunyikan diri di dalam cangkangnya.

Hewan ini dikonsumsi secara luas di berbagai wilayah Asia Tenggara dan memiliki nilai giziyang baik karena mengandung protein yang cukup tinggi

Dikutip dari situs Kulinologi.biz, berikut nilai gizi yang terkandung di dalam olahan keong sawah:

Nilai gizi keong Keong (Inggris: snail) atau yang dalam bahasa Perancis disebut Escargot, merupakan jenis hewan moluska yang ditemukan di pantai, air tawar, dan tanah. Keong memiliki sekitar 100 spesies dan tergantung pada jenis lokasi yang berbeda digunakan sebagai sumber makanan. Biasanya keong yang dimakan adalah dari jenis Helix pomatia dan Helix aspersa.

Keong telah lama digunakan sebagai salah satu menu konsumsi untuk manusia karena terkenal lezat, tidak saja di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain. Orang Perancis terkadang menyajikan keong sebagai appetizer; sedangkan di Amerika dan Australia, keong yang mereka sebut abalone pada umumnya dikonsumsi sebagai makanan utama, misalnya dalam masakan Spaghetti with escargots dan Abalone in oyster sauce

Keong kaya akan protein, tetapi rendah lemak (loihat tabel terlampir) sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tinggi protein yang rendah lemak. Dalam seratus gram bagian yang dapat dimakan terdapat 16 g protein sehingga apabila kita mengkonsumsi 100 g kraca, tubuh kita sudah mendapat 32% protein dari kebutuhan sehari-hari. Protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh dan juga berperan dalam proses kekebalan tubuh. Konsumsi protein hewani dalam makanan sehari-hari diperlukan oleh tubuh disamping protein nabati.

Lemak dalam 100 g kraca terdapat dalam jumlah 1,4 g. Lemak yang terdapat dalam keong merupakan asam lemak essensial dalam bentuk asam linoleat dan asam linolenat. Sebuah studi di Brazil menunjukkan bahwa 75% persen lemak dalam keong merupakan asam lemak tidak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Asam lemak tidak jenuh tersebut 57% tersusun dari asam lemak tak jenuh ganda dan sisanya merupakan asam lemak tak jenuh tunggal.

Kandungan vitamin pada keong cukup tinggi dengan dominasi vitamin A, vitamin E, niacin dan folat. Vitamin A berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina serta menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Niacin atau vitamin B3 berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein.

Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan penting dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Vitamin E juga merupakan sebagai senyawa antioksidan alami. Folat berfungsi membantu pembentukan sel darah merah, mencegah anemia, sebagai bahan pembentukan bahan genetik sel, dan sangat esensial selama kehamilan karena mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf pada bayi. Apabila kita mengkonsumsi 100 gram kraca, maka kita dapat memenuhi kebutuhan 2%
vitamin A, 23% vitamin E, 7% niacin dan 66% folat.

Mineral merupakan zat yang berperan penting pada tubuh manusia untuk pengaturan kerja enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu pembentukan ikatan yang memerlukan mineral seperti pembentukan haemoglobin. Kandungan mineral yang utama pada keong berupa kalsium, zat besi, magnesium, kalium dan fosfor. Apabila kita mengkonsumsi 100 g kraca, maka sudah memenuhi 17% kalsium dan 13,5% zat besi untuk kebutuhan tubuh sehari-hari.

Peran utama kalsium adalah untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi. Kekurangan kalsium mengakibatkan terjadinya osteoporosis (keropos pada tulang). Zat besi mempunyai fungsi utama memproduksi hemoglobin dan mioglobin. Zat besi yang berasal dari produk hewani atau disebut juga sebagai besi-hem, akan lebih mudah diserap oleh tubuh. Zat besi pada keong berjumlah 3,5 mg, lebih tinggi daripada zat besi pada daging (2,5 mg) atau ikan (2,4 mg).

Read more: http://baltyra.com/2011/09/01/tutut-kraca-%e2%80%93-keong-sawah-yang-kaya-gizi/#ixzz28Cndd3sD